Sabtu, 24 Mei 2014

Aborsi 1 bulan & Nikah Muda Merebak Dengan obat aborsi murah

Aborsi 1 bulan & Nikah Muda Merebak Dengan obat aborsi murah - Sebagai special young person guest di acara tersebut, bintang pop Agnes Monica menolak berkomentar tentang isu kontroversial ini.

"Karena ini adalah Global Youth Forum, kita fokus soal kaum muda saja ya," kata Agnes yang mengenakan dress batik saat berbicara dalam konferensi pers penutupan Global Youth Forum di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (6/12/2012).

obat aborsi cytotec Sebagai tamu spesial dalam forum internasional yang dihadiri para delegasi kaum muda dari seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Agnes cukup mengesankan lewat pidatonya di acara pembukaan Selasa silam (4/12/2012). Kala itu ia mendapat tepuk tangan yang sangat meriah berkat pesan-pesannya yang 'membakar' semangat kaum muda.

Namun saat ditanya soal kesehatan reproduksi yang juga merupakan salah satu topik hangat dalam forum ini, Agnes menolak berkomentar. Agnes lebih tertarik berkomentar soal pemberdayaan kaum muda mengingat proporsinya cukup besar, yakni mencapai 43 persen dari populasi dunia.

Kesehatan reproduksi memang merupakan topik yang cukup kontroversial untuk dikomentari. Dalam pembahasan di forum sekalipun, diskusi sempat diwarnai ancaman walk out ketika salah satu delegasi menolak beberapa gagasan soal hak-hak reproduksi termasuk di antaranya akses aborsi yang aman.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kepada wartawan memang menyampaikan harapannya agar sikap anti aborsi tetap dipertahankan. Pendekatan preventif harus lebih dikedepankan, sednagkan jika terjadi kehamilan yang tidak diinginkan maka solusi yang ditawarkan adalah menikah, tentunya dengan pendampingan-pendampingan tertentu.

Mengenai pernikahan di usia muda, Agnes juga pernah dikenal sebagai bintang sinetron berjudul Pernikahan Dini dan menyanyikan lagu tema dengan judul yang sama. Kabarnya, lagu tersebut akan dipakai sebagai lagu tema kampanye pembatasan usia nikah yang dilakukan melalui Generasi Berencana atau GenRe garapan BKKBN.

Pernikahan dini bukan cuma menjadi permasalahan sosial dan ekonomi, ettapi juga kesehatan. Secara fisik, perkawinan dan kehamilan di bawah usia 20 tahun dianggap rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, seperti kematian ibu dan anak dan juga berbagai masalah kesehatan lainnya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar